Tampilkan postingan dengan label PAI KELAS IX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAI KELAS IX. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2014

Tatacara Penyembelihan Hewan

Di dalam Islam, menyembelih hewan tidaklah sembarangan. Penyembelihan harus mengikuti aturan tertentu, terutama kewajiban menyebut nama Allah saat penyembelihan hewan tersebut. Allah berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 121.
Dan janganlah kamu memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut nama Allah, perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu. Dan jika kamu menuruti mereka, tentu kamu telah menjadi orang musyrik. (Q.S. Al-An'am 121).

TAKABUR

SIFAT TAKABUR
Standar Kompetensi : 11. Menghindari perilaku tercela.
Kompetensi Dasar : 11.1. Menyebutkan pengertian takabur.                                                    11.2  Menyebutkan contoh-contoh perilaku takabur.                                                                                                11.3. Menghindari perilaku takabur dalam kehidupan sehari-hari
Indikator :
  1. Menjelaskan pengertian takabur.
  2. Menyebutkan penyebab timbulnya sifat takabur
  3. Menyebutkan contoh-contoh perilaku takabur dalam kehidupan  sehari-hari.
  4. Menjelaskan cara-cara menghindari sikap dan  perilaku takabur.
  5. Membaca dan mengartikan dalil yang berkenaan dengan sifat  takabur.
 1.     Pengertian Takabur.
 Takabur disebut juga  angkuh; sombong.
Yang dimaksud dengan Takabur ialah merasa dirinya paling mulia, paling hebat, paling pandai dsb dan menganggap  rendah orang lain.
Sifat Takabur sangat dibenci Allah SWT.
إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
artinya: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”. (QS..Al-Nahl [16]:23)
Takabur merupakan penyakit hati yang sangat berbahaya yang wajib dihindari karena sejarah iblis laknatullah dimulai dari penyakit satu ini. Merasa lebih tinggi dari Adam, ia lalu mendurhakai perintah Allah untuk bersujud padanya.
Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS Al A’raaf :12)
 2.      Penyebab Takabur
Sebab-sebab yang menjadikan seseorang berlaku sombong (takabur) adalah karena merasa adanya kelebihan pada dirinya. Seperti ilmu pengetahuan, amal dan ibadah, keturunan orang terhormat, harta kekayaan, kekuatan fisik, kedudukan, kecantikan, ketampanan dan sebagainya.
Terkadang orang sombong karena kekayaannya ketika orang yang disebut kaya itu lahir mereka tidak memiliki apa-apa. Ketika mati juga tidak membawa apa-apa kecuali kain yang melekat di badan. Pada saat mati tidaklah berguna segala harta dan apa yang telah mereka kerjakan.
Sering orang sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal kekuasaan dan jabatan juga tidak kekal. Ketika mati, maka kekuasaan pun hilang. Kita diganti dengan yang lain.
Ada juga orang yang sombong karena wajahnya yang cantik dan rupawan. Padahal ketika tua, maka mukanya akan jelek dan keriput. Ketika sudah dikubur, maka wajahnya hanya akan tinggal tulang tengkorak belaka. Pantaskah manusia untuk bersikap sombong?
     Ada lagi yang sombong karena kekuatannya atau badannya yang kekar. Kita saksikan Samson yang dulu sanggup mengalahkan singa dengan tangan kosong kini sudah terbujur dalam tanah. Muhammad Ali yang dulu sering membanggakan diri sebagai yang terbesar (I am the Greatest) kini lemah terkena penyakit parkinson. Begitu tua orang sekuat apa pun akan jadi lemah. Begitu mati dia sama sekali tidak berdaya.

3.    Contoh-contoh Perilaku Takabur dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Suka memuji diri dan membaggakan diri, harta, ilmu, keturunan
    Selalu ingin dipuji.
  2. Memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun.
  3. Meremehkan/merendahkan orang lain.
  4. Memalingkan muka ketika bertemu dengan orang lain.
    Suka mencela dan mengkritik orang lain dengan maksud menjatuhkannya.
  5. Berlebih-lebihan dalam berpakaian
  6. Berlagak dalam berbicara
  7. Pemboros dalam harta benda.
  8. Selalu membanggakan dirinya
  9. Selalu mengecilkan orang lain
  10. Sakit hati jika ada yang menyaingi
    4.   Cara-cara menghindari sikap dan  perilaku takabur.
  11. Selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.
  12. Senantiasa mensyukuri kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT.
  13. Beramal dengan ikhlas hanya karena Allah bukan karena mengharpkan pujian manusia.
  14.   Menghormati orang lain dan menghargai pendapatnya.
  15. Memahami dan menyadari tentang bahaya takabur, baik bahayanya di dunia maupun bahaya di akhirat nanti.
  16. Menerima setiap nikmat maupun kelebihan yang dimiliki semata-mata karena karunia Allah SWT.
  17. Selalu mensyukuri nikmat Allah.
  18. Menyadari bahwa asal kejadian semua manusia adalah sama.
  19. Berusaha untuk dapat bergaul dengan siapa saja denga baik, tanpa membeda-bedakannya.
  20. Menyadari bahwa semua pemberian dari Allah adalah sementara.
  21. Menyadari dari setiap kelebihan yang kita miliki,pasti ada kekurangan kita di bandingkan orang lain.
  22. Selalu rendah hati (Tawadhu) baik di hadapan Allah ataupun sesama manusia.
5.    Membaca  dan mengartikan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits yang berkaitan dengan  Sifat Takabur

-  QS..Al-Nahl [16]:23)
إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong”.
-       QS.Mukmin [40]:60
إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
artinya: Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS.Mukmin [40]:60)
- QS.Al-Isra’([17]:37

وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا
artinya:Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung (QS.Al-Isra’([17]:37)

-    QS.Luqman ([31]:18
وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya:Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.  (QS.Luqman ([31]:18)
-   Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ
 إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ
artinya:“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan).”
[HR. Bukhari di dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no 2492; Ahmad, 2/179; dan Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151]
 :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَّلَم
 .لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
.قَفَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً
 .قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya:Dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam hatinya ada kesombongan, walaupun sekecil biji dzarah”. Kemudian berkata seorang laki-laki: ”Sesungguhnya ada seseorang yang menyukai supaya bajunya bagus dan sandalnya bagus.” (maksud lelaki ini mempertanyakan apakah yang demikian termasuk sombong). Maka bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Indah dan mencintai keindahan. Yang sombong itu adalah menentang kebenaran serta merendahkan manusia.” (Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim Rahimahullahu Ta’ala).

Hadis-Hadis tentang Kebersihan

Agama Islam adalah agama yang cinta pada kebersihan. Rasulullah saw. sangat menganjurkan kepada umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan. Dengan menjaga kebersihan, tubuh kita akan sehat dan kuat. Dalam syariat Islam, ketika mengerjakan salat diwajibkan bagi umat Islam agar bersih dari hadas dan najis, baik badan, pakaian, maupun tempat yang dipergunakan untuk salat.

Ada beberapa hadis Rasulullah saw. yang menekankan untuk menjaga kebersihan bagi umat Islam. Hadis-hadis tersebut antara lain:
Selain dapat membaca dengan baik dan benar hadis-hadis tentang kebersihan, kalian juga harus mengetahui artinya. Perhatikanlah arti kata per kata dalam hadis-hadis berikut ini!
HADIS 1
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآَنِ أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا  )رواه مسليم:328)
Artinya:
Dari Abu Malik al-as'ari berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Bersuci itu sebagian dari iman, membaca alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah wal hamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memancar, dan Al-Qur'an adalah hujjah (argumen) dalam pembicaraanmu. Setiap manusia pada waktu pagi hari, hakekatnya harus memperjual belikan dirinya. Ada kalanya ia laba (selamat dari maksiat) dan ada kalanya rugi (terseret maksiat)  (H.R. Muslim: 328).
HADIS 2
إِنَّ اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ (رواه التيرمدى: 2723)

HADIS 3
Artinya:
Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu. (H.R. at –Tirmizi: 2723)

Iman kepada Qada dan Qadar

Pengertian iman kepada Qada dan Qadar
Kompetensi dasar       : 1.Menjelaskan pengertian iman kepada Qadha dan Qadar.
  2.Menunjukan dalil-dalil akan adanya Qadha dan Qadar
3.Menjelaskan berbagai tanda dan peristiwa yang berhubungan dengan Qadha dan Qadar.
Indikator pencapaian  :
  • Menjelaskan pengertian Qadha dan Qadar.
  • Mampu menjelaskan perbedaan Qadha dan Qadar.
  • Menjelaskan hubungan antara Qadha dan Qadar.
  • Mampu menjelaskan iman kepada Qadha dan Qadar.
  • Mampu menjelaskan dengan bahasanya sendiri pengertian iman kepada Qadha dan Qadar.
  • Mampu menunjukan dalil naqli akan adanya Qadha dan Qadar.
  • Mampu menunjukan dalil Al-Qur’an akan adanya Qadha dan Qadar.
  • Mampu menunjukan dalil hadis akan adanya Qadha dan Qadar.
  • Mampu menyebutkan dalil akan adanya Qadha da Qadar dengan berbagai literatur.
  • Mampu menjelaskan dalil akan adanya Qadha dan Qadar.
  1. Mampu menyebutkan tanda-tanda yang berhubungan dengan Qadha.
  2. Mampu menyebutkan tanda-tanda yang berkaitan dengan Qadar.
  3. Mampu menjelaskan tanda-tanda yang berhubungan dengan Qadar.
  4. Mampu menyebutkan peristiwa yang berhubungan dengan Qadha dan Qadar.
  5. Mampu menjelaskan peristiwa yang berhubungan dengan Qadha dan Qadar






Qada adalah keputusan yang sudah ada sebelum dunia ini tercipta. Qadar adalah keputusan Allah setelah manusia dilahirkan. Qada bersifat lebih dahulu keberadaannya dan qadar bersifat baru atau belakangan.
Iman kepada qada dan qadar sering disebut sebagai iman kepada takdir yang berarti mempercayai secara sungguh-sungguh bahwa allah memiliki ketentuan dan ketetapan yang berlaku bagi semua ciptaan-Nya. Ketentuan tersebut adalah yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang akan terjadi .
Iman kepada qada dan qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu bagi makhluk-Nya. Hal ini menjelaskan bahwa nasib manusia telah ditentukan Allah sejak sebelum ia dilahirkan.
Walaupun manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti manusia hanya diam menunggu nasib tanpa perlu berusaha / ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha. Keberhasilan dan kesuksesan tidak datang dengan sendirinya, namun diperoleh dengan usaha yang sungguh-sungguh. Janganlah sekali-kali menjadikan takdir sebagai alasan untuk malas berusaha dan bekerja.

Iman kepada Hari Akhir

Pendidikan Agama Islam
Kelas / Semester             : IX/I
Alokasi waktu                    : 2 x 45 ( 1x pertemuan )
Materi Pokok                      : Iman Kepada Hari Akhir
Standar Kompetensi     : Meningkatkan keimanan kepada hari akhir
Kompetensi Dasar Menjelaskan iman kepada hari akhir
Indikator
  1. Mampu menjelaskan pengertian iman kepada hari akhir dan pengertian hari akhir.
  2. Mampu membaca, menyebutkan, dan mengartikan ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan hari akhir.
  3. Mampu menjelaskan pengertian kiamat Sugro dan Kubro beserta tanda-tandanya.
  4. Mampu menceritakan kehidupan di hari akhir.
  5. Mampu memahami dan mengingat hikmah iman kepada hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.









Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk alam dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran ditandai dengan ditiupnya terompet malaikat Israfil. Dijelaskan bahwa pada hari itu semua benda yang di langit sudah tidak beraturan lagi. Baik bintang, planet, maupun bulan saling bertabrakan. Gunung-gunung meletus, hancur, dan bertaburan. Badai, ombak sangat dahsyat, manusia pontang-panting tidak dapat mengenali sanak saudaranya, yang akhirnya semua kehidupan hancur dan mati.


Artinya : “Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan padanya dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur” (QS Al-Hajj: 7)
Kejadian mengenai hari kiamat digambarkan oleh Allah SWT begitu dahsyat, sebagaimana tertuang dalam surah Al Qariah dan surat Az Zalzalah berikut.

Artinya : “Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”

Artinya : “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,”
Nama-nama lain hari kiamat.
1. Alam Barzah (Yaumul Barzah)