Kamis, 22 Mei 2014

SIFAT-SIFAT TERPUJI

Standar Kompetensi   : 4.     Memahami sifat-sifat terpuji
Kompetensi Dasar    :   4.1. Menjelaskan Pengertian Qanaah dan Sabar
                                      4.2. Menampilkan contoh-contoh perilaku Qanaah dan Sabar
                                      4.3. Membiasakan perilaku Qanaah dan Sabar
Indikator                     :                                          
4.1.1.  Menjelaskan pengertian perilaku Qanaah
4.1.2.  Menjelaskan pengertian perilaku Sabar 
4.2.1   Menyebutkan hadits  yang berhubungan dengan perilaku Qanaah (H.R Muslim)
4.2.2 Menyebutkan ayat al-Quran yang berhubungan dengan perilaku Sabar
          ( Q.S al-Baqarah ayat 153  )
4.3.1.  Menyebutkan fungsi perilaku Qanaah dalam kehidupan
4.3.2.  Menyebutkan fungsi perilaku Sabar dalam kehidupan
3.4.1. Menerangkan cara membiasakan perilaku Qanaah di lingkungan keluarga
3.4.2. Menerangkan cara membiasakan perilaku Qanaah di lingkungan sekolah
3.5.1. Menerangkan cara membiasakan perilaku Sabar di lingkungan keluarga
                                    3.5.2  Menerangkan cara membiasakan perilaku Sabar di lingkungan sekolah

I. Tujuan pembelajaran
  1. Siswa dapat menjelaskan pengertian perilaku Qanaah dan Sabar beserta dalilnya
  2. Siswa dapat menyebutkan fungsi perilaku Qanaah dan Sabar dan fungsinya dalam kehidupan
  3. Siswa dapat membiasakan perilaku Qanaah dan Sabar di lingkungan keluarga
  4. Siswa dapat membiasakan perilaku Qanaah dan Sabar di lingkungan sekolah

ASMA’UL KHUSNA

Standar Kompetensi   : 2.      Memahami Al-Asma’ul Husna    
Kompetensi dasar    : 2. 1. Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan 5 Al-Asma’ul Husna
                                      2. 2. Mengamalkan isi kandungan 5 Al-Asma’ul Husna
Indikator                     :                                          
2. 1. 1. Menyebutkan sebagian arti ayat Al-quran yang berkaitan dengan Al-Asma’ul Husna As-Salam (QS. Al-Hasyr: 23)
2. 1. 2.  Menyebutkan sebagian arti ayat Al-quran yang berkaitan dengan Al-Asma’ul Husna Al-Khaliq (QS. Al-Alaq: 1-2)
2. 1. 3.  Menyebutkan sebagian arti ayat Al-quran yang berkaitan dengan Al-Asma’ul Husna Al-Gaffar (QS. At-Taubah:117)
2. 1. 4.  Menyebutkan sebagian arti ayat Al-quran yang berkaitan dengan Al-Asma’ul Husna Al-Adlu (QS. Al-Infitar:7)
2. 1. 5.  Menyebutkan sebagian arti ayat Al-quran yang berkaitan dengan Al-Asma’ul Husna Ash-Sabur (QS. Az-Zumar: 10)
2. 2. 1.  Menerangkan cara mengamalkan isi kandungan Al-Asma’ul Husna As-Salam di lingkungan sekitar
2. 1. 2. Menerangkan cara mengamalkan isi kandungan Al-Asma’ul Husna di Al-Khaliq lingkungan sekitar
2. 1. 3. Menerangkan cara mengamalkan isi kandungan Al-Asma’ul Husna di Al-Gaffar lingkungan sekitar
2. 1. 4. Menerangkan cara mengamalkan isi kandungan Al-Asma’ul Husna di Al-Adlu lingkungan sekitar  
2. 1. 5. Menerangkan cara mengamalkan isi kandungan Al-Asma’ul Husna di  Ash-Sabur lingkungan sekitar 
                                        



I. Tujuan pembelajaran
  1. Siswa dapat menyebutkan sebagian arti ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan 5 Al-Asma’ul Husna (As-Salam, Al-Khaliq, Al-Gaffar, Al-Adlu, Ash-Sabur)
  2. Siswa dapat memberikan contoh tentang pengamalan 5 isi kandungan Al-Asma’ul Husna ke dalam lingkungan di sekitarnya







Selain sifat-sifat Alloh yang dibahas pada bab sebelumnya, Alloh masih mempunyai sifat-sifat yang lain yang sebagian terkandung di dalam asma’ul khusna.
Asma’ul khusna terdiri dari 99 nama Alloh, namun yang akan dibahas dalam bab ini 10 yaitu:
1.      أزِزٌ Aziz.
Aziz artinya maha perkasa, tak ada satu kekuatan pun yang mampu menandingi kekuatan Alloh. Laa Haula Walaa Quwata Ilabillah.
Kiranya hanya Alloh yang memiliki kekuatan dan semua makhluk akan lemah tanpa ada kekuatan darinya.
Keperkasaannya mampu menegakkan langit dan bumi dan planet-planet lainnya.
2.      وَحَبٌّ Wahab.
Wahab artinya maha pemberi, bahwasannya setiap makhluk butuh pertolonganNya dan Alloh maha pemberi pertolongan pada setiap hamba yang memohon.
3.      فَتَحٌ Fatah.
Fatah artinya Alloh maha pembuka, maksudnya Alloh akan menyelesaikan atau membukan semua permasalahan yang dihadapi selama ia mau berusaha menyelesaikannya dengan baik / bijak dan diiringi dengan do’a.
4.      قَيُّمٌ Qoyum.
Qoyyum artinya maha berdiri sendiri, maksudnya keberadaan Alloh adalah mutlak ada dengan sendirinya, tidak ada yang mengawali dan tidak ada yang mengakhirinya. Alloh tidak mengantuk dan tidak pula tidur sehingga Alloh akan selalu ada dengan tidak mengenal lelah atau letih selamanya.

IMAN KEPADA ALLOH

Standar Kompetensi   : 2.     Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT   melalui   pemahaman sifat-sifat-Nya    
Kompetensi dasar     : 2. 1. Membaca ayat-ayat Al-quran yang berkaitan dengan  sifat-sifat Allah SWT
                                      2. 2. Menyebutkan arti ayat-ayat Al-quran yang berkaitan  dengan sifat-sifat Allah SWT
Indikator                     :  2. 1. 1.Membaca ayat Al-quran yang berkaitan dengan
                                                  Sifat Wujud
                                      2. 1. 2. Membaca ayat Al-quran yang berkitan dengan
                                                   Sifat Qidam
                                      2. 1. 3. Membaca ayat Al-quran yang berkaitan dengan
                                                  Sifat Baqa’
                                      2. 1. 4. Membaca ayat Al-quran yang berkaitan dengan
                                                  Sifat Mukhalafatuhu Lilhawadisi
                                      2. 1. 5. Membaca Ayat Al-quran yang berkaitan dengan
                                                   Sifat Qiyamuhu Binafsihi
                                      2. 2. 1.  Menyebutkan arti ayat Al-quran yang berkaitan
                                                   Dengan sifat Wujud
                                      2. 2. 2.  Menyebutkan arti ayat Al-quran yang berkaitan
                                                   Dengan sifat qidam
                                      2. 2. 3.  Menyebutkan arti ayat Al-quran yang berkaitan
                                                   Dengan sifat Baqa’
                                      2. 2. 4.  Menyebutkan arti ayat Al-quran yang berkaitan
                                                   Dengan sifat Mukhalafatuhu Lilhawadisi
                                      2. 2. 5.  Menyebutkan arti ayat Al-quran yang berkaitan
                                                   Dengan sifat Qiyamuhu Binafsihi
I. Tujuan pembelajaran
  1. Siswa dapat membaca ayat-ayat Al-quran yang berkaitan dengan sifat wujud, qidam, baqa’, mukhalafatuhu lilhawadisi dan qiyamuhu binafsihi.
  2. Siswa dapat menyebutkan arti ayat-ayat Al-quran yang berkaitan dengan sifat wujud, qidam, baqa’, mukhalafatuhu lilhawadisi dan qiyamuhu binafsihi.










Sebagai insane beriman wajib mengakui dan mempercayai adanya Alloh. Keberadaan Alloh memang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang akan tetapi dapat dilihat ciptaannya di dunia ini, bahkan keberadaan diri kita termasuk bukti kekuasaan Alloh.
Sudah sepatutnya kita untuk mengimaniNya. iman itu sendiri memiliki makna mempercayai keberadaanNya, percaya di dalam hati, diucap lewat lisan dan dibuktikan dengan perbuatan.
Imani Alloh termasuk rukun iman yang pertama selain lima rukun iman lainnya.
Iman kepada Alloh berarti kita mempercayai bahwa Alloh itu ada dan Alloh maha pencipta, ciptaan Alloh meliputi apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi serta yang ada diantara keduanya. Itulah salah satu sifat Alloh dan ia masih memiliki sifat-sifat yang lain. Berikut ini adalah sifat-sifat Alloh :
1.        وُجُدًWujud, artinya Alloh itu ada, lawan dari sifat wujud adalah عَدَمٌ‘adam yaitu tiada.
2.        قِدَامٌQidam, artinya Alloh itu pendahulu, maksudnya Alloh itu tiada awal dan tiada akhir, Dia selalu ada selamanya. Lawannya adalah حُدُثْ  huduts yang mempunyai arti baru.
3.       بَقَاءَBaqo’, artinya kekal maksudnya keberadaan Alloh tidak akan pernah hancur atau musnah. Lawannya adalah  فَنَاءَfana, yaitu rusak atau hancur.
4.        مُخَا لَفَةُ لِلْحَوَادِثِMukholafatulilkhawaditsi, Alloh beda dengan makhluk ciptaannya dan Alloh tidak mungkin memiliki sifat  مُمَاثُلَةُلِلْحَوَادِثِmumatsalatu lilkhawaditsi atau sama dengan makhluk ciptaannya.
5.       قِيَمُهُQiyamuhu binafsihi, yaitu Alloh berdiri sendiri, keberadaanNya tidak membutuhkan perantara. Lawannya adalah  أِحْتِيَا جٌغَيْرِهِikhtiyaajun illa ghoirihi, yang memiliki arti butuh bantuan yang lain.